Hariannanggroe.com – Affan Husen (56) Seorang warga Desa Pako, Keumala, Kabupaten Pidie, tewas diinjak gajah liar di sekitar kebunnya, Jumat (28/10) malam.
Affan akhirnya ditemukan sudah tidak bernyawa dengan tubuh terbujur kaku dalam kubangan bekas injakan gajah setelah warga sekitar beramai-ramai mencari pria yang sempat hilang beberapa waktu lalu di kebunnya.
Kepala Desa Pako, Bukhari, mengatakan korban pergi ke kebunnya di Alue Batee pada pagi hari dan hingga pukul 6 sore, korban tak kunjung pulang.
“Sekitar jam 7 malam kami temukan (Affan) telah meninggal.
Lokasi ditemukan sekitar dua kilometer dari permukiman penduduk,” katanya dikutip dari Merdeka, Minggu (30/10/2022).
Bukhari juga menjelaskan, konflik satwa liar dengan manusia yang terjadi di kampungnya kali ini merupakan yang terparah hingga memakan korban jiwa.
Menurutnya selama ini, kasus yang sering gajah hanya sebatas merusak isi kebun, fasilitas, dan rumah warga.
Dia mengatakan konflik tersebut telah terjadi sejak 10 tahun yang lalu dan intensitas paling tinggi terjadi selama 5 tahun belakangan.
“Kami tiap bulan mengusir gajah pakai mercon dan setiap bulan selalu begitu.
Warga sudah sangat lelah,” ujar Bukhari.
Sementara itu Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto, menyatakan pihaknya telah berusaha mengatasi konflik satwa dengan manusia di Pidie seperti memasang pagar kawat kejut, dan GPS Collar ke tubuh gajah liar untuk memantau pergerakannya.
Namun Agus mengakui penanganan konflik satwa gajah dengan manusia ini belum menyeluruh antar lintas instansi pemerintah maupun NGO.
“Penanganan ini tidak hanya tertumpu di BKSDA. Ini harus terpadu, komitmen semua pihak baik itu pemerintah provinsi, kabupaten, termasuk juga masyarakat sekitar,” jelasnya.











