Beranda SPORT FAJI Aceh Timur Tetap Gelar Try-in Arung Jeram Ditengah Wacana PORA Pidie...

FAJI Aceh Timur Tetap Gelar Try-in Arung Jeram Ditengah Wacana PORA Pidie Ditunda

0
Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Cabang Aceh Timur tetap menggelar kegiatan Try-In Arung Jeram di Waih Bunin, SP-1 Desa Bunin, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur

Hariannanggroe.com – Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Pengurus Cabang Aceh Timur tetap menggelar kegiatan Try-In Arung Jeram di Waih Bunin, SP-1 Desa Bunin, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur (4-11/9).

Sekretaris Umum FAJI Aceh Timur, Said Murthaza mengatakan bahwa pemberitaan terkait penundaan PORA Pidie 2022  tidak mempengaruhi kegiatan try -in Arung Jeram meskipun menurutnya tetap fokus pada pelaksanaan PORA Pidie November nanti.

“Memang fokus utama ujicoba dan upgrade kemampuan teknik arung jeram Tim Putri FAJI Aceh Timur agar lebih kompetitif saat gelaran PORA Pidie November 2022 nanti,” jelas Said Murthaza dikutip dari serambinews.com, Minggu (18/9/2022).

Tim ini merupakan delegasi FAJI Aceh Timur dalam kompetisi arung jeram PraPORA Aceh Tengah 2021 lalu yang menduduki Peringkat 3 Umum Putri dan lolos kualifikasi untuk mengikuti PORA 2022 nanti.

Formasi Tim Putri “Spartans” FAJI Aceh Timur yang akan bertanding di Kelas R6 Open Women ini terdiri dari 7 personil.

Beberapa personil yakni Febri Ramadhani (26) sebagai Kapten Tim dengan anggota Cyndy Oktapradana (22), Intan Maulydia (22), Putri Safarina (21), Sheila Emha Wahyuni (21), Nadia Seftiana (21) dan Alfira Safana (19) dengan Pelatih Kepala, Said Murthaza yang juga Sekretaris Umum FAJI Aceh Timur.

Atlet putri Aceh Timur berasal dari berbagai kecamatan, yakni Birem Bayeun, Simpang Ulim dan Rantau Selamat yang diantaranya merupakan siswi SMUN 1 Rantau Selamat, mahasiswi AKUBANG Nusantara Aceh Timur, mahasiswi IAIN Langsa dan mahasiswi UNSAM Langsa.

Keberangkatan Tim dilepas langsung oleh Ketua Umum KONI Aceh Timur, Dr. Firman Dandy, SE, M.Si yang juga Ketua Ikatan Alumni Universitas Samudera Langsa.

Adapun materi program latihan yang berlangsung selama 6 (enam) hari meliputi teknik Self Rescue, teknik-teknik dayungan (paddlings), teknik crossing & upstreams paddling, Sprint trials, Head to Head trials, Slalom trials dan Down River Race trials yang merupakan 4 (empat) nomor atau disiplin lomba dalam kompetisi arung jeram.

Terkait isu penundaan PORA, Said mengatakan bahwa pelaksanaan kompetisi arung jeram dalam acara PORA 2022 nanti tidak perlu ditunda.

Terutama alasan ketidaksiapan venue karena secara teknis khusus untuk cabor Arung Jeram, venue utamanya sungai berarus deras dimana bisa ditemukan lebih dari setengah di kabupaten/kota di Aceh.

Ditinjau dari lokasi di wilayah Pidie juga sudah teruji karena telah pernah 2 (dua) kali digelar kompetisi arung jeram pada PraPORA 2017 dan Kejurda Arung Jeram 2019 lalu.

Said juga menjelaskan bahwa hal penundaan ini akan memberi dampak seperti kans bertarung di level Kejurnas (jika menjuarai PORA) yang direncanakan pada Desember 2022 di Jawa Timur.

Lomba in merupakan ajang kualifikasi kejuaraan dunia atau World Rafting Championship (WRC) tahun 2023.

Kemudian, penundaan tersebut juga akan berdampak lainnya, seperti para atlet yang telah menyesuaikan agenda studinya untuk jadwal PORA November 2022 dan usaha mereka untuk tampil On Fire.

Namun demikian, FAJI Aceh Timur tetap mengikuti arahan KONI Aceh Timur yang dalam hal ini adalah naungan seluruh cabang olahraga di Aceh Timur.

Selama kegiatan, dua unit perahu karet (rubber boats) yang digunakan merupakan type Oval Selfbailing, dengan D-Ring, Tali Pengaman dan dilengkapi 3 (tiga) jumlah tabung (thwart) sesuai spesifikasi unit yang digunakan untuk perlombaan di Kelas R6 (enam pedayung).

“Keramahtamahan warga masyarakat sekitar sungai kepada Tim yang sedang berlatih turut memotivasi dan meningkatkan semangat Tim dalam berlatih yang berada di Base Camp JEKO (Jelajah Lokop).

Khususnya kepada atlet Tim Putra yang sebagian besar merupakan pemuda SP-1, Desa Bunin, Kecamatan Serbajadi – Aceh Timur,” ujar Said Murthaza.

Menurut Khairul Rizal, SE yang merupakan Pelatih Tim Putra sekaligus Kepala Divisi Bina Atlet dan Kompetisi FAJI Aceh Timur sekaligus Founder JEKO.

Guna siap menghadapi PORA Pidie November 2022, persiapan yang telah dilakukan sejak awal tahun lalu oleh banyak cabor dari berbagai daerah telah melalui berbagai ujian dan tantangan.

“Jadi akan lebih bijaksana jika Pemerintah Kabupaten Pidie memperhatikan upaya-upaya seluruh insan olahraga di Aceh secara objektif,” ujarnya.

Try-In berikutnya akan digelar sebelum Minggu ke-2 November 2022 sesuai dengan program yang disusun FAJI Aceh Timur

Adapun harapan FAJI Aceh Timur adalah seluruh praktisi olahraga di Aceh khususnya kontestan PORA 2022 dapat mengedepankan solusi terkait acara PORA yang dijadwalkan kurang dari 100 hari lagi.

“Pertimbangan mudharat dan manfaat akan menjadi indikator dalam mengambil keputusan secara kolektif. InsyaAllah,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here