Tim peneliti memiliki hasil perkiraan baru usai mempelajari manik-manik kaca mikroskopis di sampel tanah Bulan yang dibawa ke Bumi oleh misi roket Chang’e-5 China pada 2020.
Manik-manik kaca kecil tersebut dipercaya adalah hasil dari panas dan tekanan hebat yang dihasilkan serangan meteor.
Tim peneliti dari SSTC dapat merekonstruksi garis waktu dan frekuensi terkait bencana di Bumi dan Bulan tersebut dengan menilai usia manik-manik.
“Kami menggabungkan berbagai teknik analitik mikroskopis, pemodelan numerik dan survei geologi untuk menentukan bagaimana manik-manik kaca mikroskopis dari Bulan ini terbentuk dan kapan,” kata Alexander Nemchin sebagai penulis utama studi, dikutip dari cnnindonesia.com, Sabtu (1/10/2022).
Alexander yang juga seorang profesor di SSTC menjelaskan jika terciptanya beberapa manik-manik kaca di bulan terjadi sekitar 66 juta tahun lalu yang diyakini bahwa dalam periode tersebut asteroid menghantam Bumi dan membunuh dinosaurus.
Asteroid yang dinamakan Chicxulub tersebut menghantam Bumi di tempat yang kini menjadi Teluk Meksiko, dekat Semenanjung Yukatan Meksiko.
Dampak dari hantaman tersebut menyebabkan kepunahan spesies dinosaurus Cretaceous-Paleogene, yang pada akhirnya membunuh sekitar tiga perempat dari semua kehidupan di Bumi, termasuk dinosaurus nonavian.











