Hariannanggroe.com – Pendaftaran menjadi Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) di Kabupaten Aceh Tamiang mulai ramai didatangi oleh para pelamar.
Sebanyak total 443 orang telah mendaftar dan memasukkan berkas yang dibutuhkan untuk menjadi salah satu bagian dari program pemerintah tersebut.
“Sejak dibuka pendaftaran tanggal 21 September 2022 semakin hari semakin meningkat calon Panwascam, dan hingga hari terakhir, total pendaftar tercatat sebanyak 443 orang,” kata Ketua Panwaslih Aceh Tamiang Imran di Karang Baru, dikutip dari aceh.antaranews.com, Kamis (29/9/2022).
Menurut laporan, calon Panwascam tersebut terdiri atas 275 laki-laki dan 168 perempuan.
Panwaslih tidak merincikan data tersebut terkait jumlah dari calon Panwascam per kecamatan.
Pendaftaran tersebut turut diapresiasi karena tingginya tingkat partisipasi dari kaum perempuan yang ikut mendaftar, bahkan Panwaslih tidak perlu melakukan perpanjangan waktu pendaftaran.
“Hingga hari terakhir quota keterwakilan perempuan yang diwajibkan 30 persen dari jumlah pendaftar sudah cukup. Kita apresiasi terhadap minat warga untuk bergabung menjadi pengawas pemilu tingkat kecamatan,” ujarnya.
Para pendaftar nantinya akan menjadi pengawas pemilu di 12 kecamatan dalam Kabupaten Aceh Tamiang.
Adapun kebutuhan anggota Panwascam di masing-masing kecamatan sebanyak tiga orang dan tiga orang lagi sebagai Panwascam cadangan.
Menurut Imran setelah pendaftaran ditutup pihaknya akan melakukan verifikasi administrasi dan akan diumumkan pada 12 Oktober 2022 disusul tes CAT yang diperkirakan akan digelar pada minggu kedua bulan Oktober 2022.
Panwaslih mengimbau dibutuhkan perhatian masyarakat luas untuk melihat nama-nama peserta yang lulus untuk memberikan tanggapan dan pengawasan kepada mereka yang terlibat dengan pekerjaan atau aktivitas yang dilarang dalam ketentuan poin-poin pada pengumuman tersebut.
“Kelulusan syarat administrasi akan diumumkan melalui website resmi Bawaslu RI dan medsos Bawaslu kemudian daftar pengumuman akan ditempel di Kantor Sekretariat Bawaslu Kabupaten Aceh Tamiang,” kata Imran.












