Ia juga menceritakan bagaimana anaknya ditemukan tergeletak di tribun 12 Stadion Kanjuruhan usai tragedi di Kanjuruhan pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.
Cahayu langsung dilarikan ke IGD Rumah Sakit Wava Husada untuk berniat menjalani perawatan.
Sayangnya, dengan kondisi yang sangat kacau di rumah sakit, Cahayu pun akhirnya dirujuk ke RSUD Kanjuruhan untuk menjalani perawatan intensif.
“Yang menemukan posisi Cahayu ini anak pertama saya si Wava.
“Karena di sana tak segera mendapatkan pertolongan, kemudian dibawanya ke RSUD Kanjuruhan,” jelas Nurul.
Ibunda Cahayu mengaku bahwa putrinya saat itu sempat tak sadarkan diri selama tiga hari.
Namun saat tersadar, Cahayu sempat berteriak histeris saat melihat banyak orang di sekitarnya.
Menjalani perawatan di RSUD Kanjuruhan, kondisi Cahayu sangat lemas da tidak betenaga.
Kelopak matanya yang berwarna merah diakibatkan karena luka yang ditimbulkan oleh paparan gas air mata yang ditembakkan oleh pihak keamanan di Stadion Kanjuruhan ke tribun tempat para penonton sepak bola.
Dari hasil diagnosa dokter, Cahayu mengalami pendarahan di otak, yang menyebabkan gegar otak ringan.











