Beranda NEWS Nasib Pengungsi Rohingya di Pidie Jadi Atensi Pj Bupati

Nasib Pengungsi Rohingya di Pidie Jadi Atensi Pj Bupati

0
Pj Bupati Pidie ditengah para pengungsi Imigran Rohingya yang terdampar di laut Pidie Aceh.

Hariannetwork.com –  Sekitar  185 pengungsi Rohingya terdampar  di pesisir Gampong Kuala Ujong Pie, Kecamatan Muara Tiga, Pidie pada Senin (26/12).

Dalam upaya menanggulangi permasalahan tersebut, Pj Bupati Pidie Ir Wahyudi Adisiswanto bertindak cepat dengan melakukan koordinasi kepada berbagai pihak terkait.

Diketahui, pengungsi Rohingnya yang terdampar pada Senin (26/12), terdiri dari 83 orang dewasa laki – laki, 70 orang dewasa wanita  dan 32 anak – anak, semula ditempatkan di aula Desa Ujung Pie.

Saat ini para imigran Rohingya ditempatkan di penampungan sementara, di Komplek Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Kecamatan Muara Tiga.

Baca juga: Cerita Perhelatan Pesta Rakyat PORA XIV Pidie dan Kisah Orang Tua Pesilat Cilik

Pejabat (Pj) Bupati Pidie, Wahyudi Adisiswanto saat di konfirmasi, Selasa (27/12) menyatakan, pihaknya akan mencari solusi terbaik untuk penempatan imigran Rohingya.

Ada dua lokasi yang menjadi alternatif untuk menempatkan imigran Rohingya yaitu di gudang kerajinan yang belum digunakan. Kemudian ada ruang sekolah yang juga tidak dipakai dan rencana akan dibersihkan, untuk tempat tinggal sementara imigran Rohingya

“Karena pada tanggal 3 Januari 2023, sekolah itu akan digunakan untuk aktivitas belajar dan mengajar, jadi mereka harus segera dipindahkan,” tuturnya.

Baca juga: PORA Ke-XIV Berjalan Sukses, Bantah Keraguan Terhadap Kesiapan Kab. Pidie

Menurut Wahyudi, Pemkab Pidie akan berkordinasi dengan Pemerintah Aceh untuk penanganan yang lebih lanjut terhadap etnis Rohingya yang saat ini masih di Kecamatan Muara Tiga.

“Karena ini merupakan persoalan internasional, jadi tidak bisa serta merta kita tangani sendiri, saat ini pihak UNCR dan IOM juga sudah berada di Pidie untuk menangani persoalan imigran Rohingya,” kata Wahyudi.

Informasi sementara, para pengungsi Rohingya yang mengalami sakit ditangani oleh petugas kesehatan Puskesmas terdekat.

Mengingat seringnya gelombang pengungsi Rohingya, pemerintah setempat merasa perlu untuk berkoordinasi dengan pihak – pihak terkait, agar tidak menimbulkan masalah di belakang hari.

Dapatkan berita dan informasi lengkap lainnya dengan cara,
klik http://hariannetwork.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here